BILA ESOK AYAH TIADA
Penulis : Nagiga Nur Ayati
Penyunting : Harris S Yulianto
Perancang Sampul : Zariyal
Penata Letak : Heru Tri Handoko
Penerbit : Puspa Swara, Anggota Ikapi
Cetakan : 1 – Jakarta, 2014
Buku ini mengisahkan tentang
sepuluh anak yang mengisi hari-hari berbeda ketika ayah masih ada. Lalu
penyesalan mereka setelah ayah tiada. Dan bagaimana mereka menjalani hidupnya
kemudian tanpa seorang ayah dengan membawa rasa sesal yang teramat dalam.
Ayah adalah sosok yang paling
dikenal anak,setelah ibu. Namun jasa ayah akan terkenang sepanjang masa.
Sebagai pemimpin keluarga, ayah bertanggung jawab atas kebutuhan keluarga
sepanjang hidupnya. Bukan sekedar mencari nafkah, tetapi juga memberikan banyak
kebajikan kepada anaknya. Keberadaan ayah sudah pasti akan menjadi sumber
kebahagiaan kita.
Buku ini berisi kumpulan kisah
hidup berbagai anak dalam mengisi hidupnya bersama ayah sebelum tiada. Buku ini
layak dibaca untuk semua kalangan baik pria maupun wanita, remaja dan dewasa.
Pastinya, bisa menjadi motivasi agar kita selalu mengingat ayah. Ketika membaca
buku ini pembaca akan terbawa perasaan dan senantiasa akan selalu mengingat
ayah. Bahwa sebenarnya kasih sayang ayah tidak dapat dibeli, tak dapat
digantikan dengan materi seberapa pun jumlahnya. Kasih sayang seorang ayah
tidak dapat bisa diperhitungkan. Bahkan seorang ayah rela memberikan apapun
demi masa depan anaknya bahkan nyawapun rela ia korbankan.
Kesimpulan Buku ini sangat
cocok dibaca oleh semua kalangan, sebab kisah cinta antara anak dan ayah yang
banyak dialami oleh semua manusia. Sehingga pembaca dapat mudah terbawa
suasana. Namun buku ini berakhir dengan cerita sedih dan penyesalan. Sehingga
pembaca akan merasa sedih. Maka dari itu, pembaca harus siap mental untuk
membaca buku ini.
http://library.fip.uny.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar